HARGA : CALL (klik disini untuk informasi harga lebih detil)
PRODUCT CODE : JL678A

Aruba 6100 Switch hadir dengan switching capacity sampai dengan 176Gbps dengan switching troughput sampai dengan 98,6Mbps. Hadir dengan 3 pilihan dari sisi jumlah port, Aruba 6100 Switch dibekali dengan pilihan 12, 24 dan 48 port gigabit ethernet. Walaupun masuk kedalam kategori entry level, Aruba 6100 Switch dibekali dengan uplink port yang cukup mumpuni dengan menggunakan interface SFP+ sebagai uplink port yang mampu memberikan kecepatan sampai dengan 10Gbps. Uplink dengan kecepatan 10Gbps tampaknya sudah tidak lagi menjadi hal yang mewah bagi perangkat LAN switch kelas entry level. Tetapi jangan mengharapkan lebih dari Aruba 6100 Switch - fitur stacking dan dual redundant power supply masih absen pada seri ini - yang bisa dimaklumi dengan banderol yang dimilikinya.
Kami sendiri suka dengan pendekatan Aruba pada Aruba 6100 Switch milik mereka. Walaupun masuk kedalam kategori entry level - Aruba tidak pelit membenamkan berbagai macam fitur pada Aruba 6100 Switch milik mereka. Jika biasanya seri entry level hanya dibekali dengan kemampuan layer 2 switching - maka pada Aruba 6100 Switch ini Aruba memberikan tambahan bonus untuk melakukan layer 3 routing - walaupun hanya sebatas static routing. Fitur PoE tidak lupa hadir sebagai opsi pada Aruba 6100 Switch ini - yang bisa dibilang merupakan fitur wajib pada perangkat access switch. Aruba menyematkan power supply yang mampu memberikan daya sampai dengan 370 watt bagi perangkat yang menggunakan PoE sebagai sumber daya listriknya dengan kategori Class 4 PoE.
Yang menarik pada Aruba 6100 Switch tentu saja adalah sistem operasi AOS-CX yang disematkan Aruba sebagai otak dari Aruba 6100 Switch. Aruba mengambil langkah tepat dengan menyeragamkan semua sistem operasi perangkat mereka dengan menggunakan AOS-CX dengan berbagai macam kelebihan. Salah satunya adalah untuk kemudahan manajemen perangkat perangkat milik mereka - dengan menggunakan sebuah sistem operasi yang sama, maka network administrator akan lebih mudah untuk melakukan setup, monitoring dan maintenance semua perangkat dengan learning curve yang pendek. Hal ini terlihat sederhana - tetapi merupakan faktor utama pada saat sebuah organisasi ingin membeli perangkat networking mereka.


